Showing posts with label puisi. Show all posts
Showing posts with label puisi. Show all posts

Sunday, October 6, 2013

untittled

Mendung menggantung
Angin menjadi dingin
Kurindu belaian mesraMu
Dalam tetes air mata surga
Jepara oktober 13

Saturday, August 11, 2012

Untuk Bulan Delapan

Untuk Bulan Delapan
bukankah kita selalu membangun tiang awang-awang setiap bulan delapan
kemudian kita teriakkan kata-kata surga
diriuhrendahkan oleh angin yang menggoncangkan pohon kenyataan

bukankah sejenak seharusnya kita merenung menyadari bahwa tangan kaki kita terikat rantai kemiskinan, kapitalisme dan kebodohan, dan begitu banyak lagi kekang
dan masih saja kita bangga dengan kemenangan lomba membangun gapura dengan berwarna bendera dan umbul-umbul kebutaan

bukankah seharusnya kita mulai menyadari keadaan diri dan berjuang untuk menjadi bangsa yang mahardika, bukan hanya bangsa yang menjadi penonton dan berteriak seolah kita pemenang

bukankah seharusnya kitas sekarang merenung dan belajar

jepara bulan delapan tahun dua belas

Thursday, August 9, 2012

untittled

Menghabiskan hari bersamamu adalah bunga-bunga surga yang kulukiskan
pada pancawarna
Merah hitam kuning putih dan kita
Merenungi malam bersama ditemani rangkaian aksara yang tak kunjung menjadi kata
Dan sore pun menjadi berwarna begitu hijau ketika kita nikmati
Secangkir teh dan cecap hangat cinta kita
Akhirnya jelaslah sudah betapa aku sungguh mencintaimu
Jepara. 8812

Wednesday, July 4, 2012

Penyesalan madya

ada penyesalan yang tergelincir dalam
ketika berlalu begitu resah karenanya
pertengahan bulan ini tak kujumpai Engkau
di tempat biasanya
hanya tergeletak dengan noda disegala baju
yang tersisa
masihkah cukupkah rasa malu tersisa
untuk menemuiMu dan kekasihMu
Jepara 4 juli 2012

Thursday, June 21, 2012

Lagi Untukmu

Bukankah biasanya ada puisi untukmu cinta
ketika hadir disini selalu angan tertuju untukmu
ingin kuhabiskan sebanyak waktu bersamamu
menikmati kokohnya gunung bersanding lembut angin
dan kita tumpahkan semua kata untuk memuji
Cinta
anugrah terindah dariNya.
Jepara,19 juni 12

Perulangan Nista

dan kita selalu mendewa-dewakan diri sendiri
tanpa sedetik pun melihat bongkah-bongkah hitam di wajah kita terus dan terus berkoar tentang hakikat kebenaran
yang kita telaah sendiri
tanpa pernah berguru pada rupa-rupa langit
Jepara 19 juni 2012

Saturday, February 18, 2012

sudah lama

sudah lama ngga posting di blog sendiri dan asyik masyuk dengan browsing di halaman orang, banyak hal yg terjadi beberapa waktu ini, melihat banyak kejadian dan pemikiran, mulai dari dunia perkerisan, perpisauan bahkan juga dunia spiritual

dan seperti biasa semakin banyak pemikiran tentu saja semakin bingung saja walaupun hal itu tentunya membuka banyak pemikiran baru yg akan mencerahkan penglihatan

Sunday, December 4, 2011

Peluk

Ada kerinduan yang menghadang ketika jejak hujan itu berakhir
kerinduan yang selalu mengharap pelukmu dalam doaku
dan ketika akhirnya akhirnya kugapai hadirmu,kusembahkan syukurku kepadaNya

Monday, September 26, 2011

Malam dan Malam

Malam menyediakan pada kita tentang cermin dan sinar
Malam menjelaskan pada kita risalah warna dan pelangi
Malam juga menceritakan tentang masa dan hikmah pada mata
dan akhirnya malam menunjukkan pada kita hadirnya Tuhan dalam nafas kita
jepara,25 9 11

Thursday, June 16, 2011

Tentang Tujuan

bukankah hidup hanyalah menunggu malam
untuk mengunjungi pagi yang nyata
lalu kenapa saya masih saja disini
bermain cahaya matahari yang mempermainkan mata
dan semakin menjauhkan dari diri

jepara, 16 Juni 2011

Saturday, May 14, 2011

Bulan Rindu

ada kerinduan yang tertahan
karena masih tak juga kau temukan aku malam ini di jendela kamarmu

ada kerinduan yang tertahan
yang membuat seluruh malamku menjadi segan untuk dikenang

sebuah kerinduan yang meluruhkan hati kita dalam cinta dan bara
kerinduan yang membuat mata kita merah karena melahap separuh malam

ada kerinduan yang tertahan
yang membuat semua aksara ku menjadi bungkam

jepara, 14 mei 2011

Bulan Rindu

ada kerinduan yang tertahan
karena masih tak juga kau temukan aku malam ini di jendela kamarmu

ada kerinduan yang tertahan
yang membuat seluruh malamku menjadi segan untuk dikenang

sebuah kerinduan yang meluruhkan hati kita dalam cinta dan bara
kerinduan yang membuat mata kita merah karena melahap separuh malam

ada kerinduan yang tertahan
yang membuat semua aksara ku menjadi bungkam

jepara, 14 mei 2011

Tuesday, April 19, 2011

Batas Fatamorgana

Ada batas antara pagi dan malam
Kutitipkan seluruh mata dan telinga
Hingga jiwa tiada satu remah tersisa
Kemudian orang-orang berkata, dia sudah gila
Aku perturutkan langkah di jalan waktu tak bernama
hah, tapi rupanya jalan itu tak nista
Hanya dia bawa padaku nama dan masa
Yang terus menggiringku ke awal perjalanan ini
Kemudian kutanya
Dimana cinta

Ketika Angin Berlalu

Kalau bisa saya ingin merekam suasana
Saat kemarau menggiring angin dalam dekapan
Detik ketika hujan membawanya dalam peluk malam sepi senja
Tapi apa mau dikata,saya hanya pelantun aksara

Kerinduan Malam

Saat wajah meredup seperti ini
Matahari mulai meradang dan terpuruk
Dan ketika binar hanya sisa hari
Ku ingin engkau disisi hanya mengejar sepi dan lari
Menyatukan resah jiwa kita. Hingga samudra itu hanya menyisakan kisah
Dan kenangan malam yang kekal kemudian hanya bersisa cinta
Jepara 23 juni 2010

Sajak Senja Pagi Ini

kucium aroma musim yang bersengkala pagi ini
dikandung rahimnya abu-abu tak jelas kemana wajahnya
sejenak kemudian renungan menjadi nyata dan kemana akhirnya
Jepara, Maret 2011

Hilangnya Aksara

sejenak dalam bisik malam kutarik kembali
siluet-siluet lalu beberapa masih berselimutkan abu-abu
lembar dan lembar bertebaran mengisi ranjang pengantin
beberapa masih saja beraroma cinta
mengisi ratusan sajak-sajakku dengan luh dan bunga
kini saat puncak malam menanti hari berganti
senyap dan sepi adalah aksara-aksara
dalam bimbang kutanyakan mengapa dia tak juga
bawa keranjang kata-kata yang merindukan
peluh saat kita habiskan malam bersama
jepara,27 maret 2011

Terkuat

Cahaya adalah terkuat
yang dapat kurengkuh
karena jari adalah langit
lidah adalah mega
jepara, 13 januari 2004

Mencari Sore

Apakah benar, jika aku habiskan malam bersamamu
menjelajah tiap jengkal surga tubuh kita
apakah sebuah keyakinan melewati hujan bersamamu
untuk mencari cari bait-bait sajakku yang hilang bersamanya
dulu
jepara,1 april 11

Lagu Sore

Aku melihat kematian disana dan disini
meninggalkan selaksa hakikat yang masih saja belum mampu kudengar
ada begitu banyak cerita sebagai kereta
kadang cinta pun sebagai pembuka
lalu tangis mendera,bukan untuknya,untuk hidup selanjutnya
jepara,15 april 11